Lalu, apa efek melatonin tersebut? Bermacam-macam, mulai dari antioksidan, sistem imunitas tubuh, hingga pemegang jam biologis. Sifat antioksidannya berbeda dengan antioksidan lain. Antioksidan lain berfungsi dengan sistem reduksi oksidasi, yang memungkinkannya kembali ke bentuk semula setelah bekerja sebagai antioksidan untuk kemudian bekerja kembali seperti sediakala.
Lalu bagaimana hubungannya dengan larangan tidak tidur larut malam? Hormon melatonin ini dihasilkan waktu gelap, dimulai saat matahari terbenam. Adanya cahaya mengganggu pengeluaran nya. Beberapa ahli secara ekstrim melarang penggunaan cahaya, tetapi penelitian berikutnya menunjukan bahwa lampu terang yang digunakan manusia (100 luks atau setara lampu biasa berdaya sedang, bukan lampu yang terang benderang) cukup bisa ditoleransi. Namun, seiring bertambahnya waktu, saat produksi melatonin terus meningkat hingga mencapai puncaknya antara pukul 02.00-03.00 dini hari, ternyata sedikit demi sedikit cahaya harus terus dikurangi.
Ketika terus terpapar cahaya, maka produksi dan efek medisnya tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya. Terutama saat kita masih menonton TV hingga larut malam, cahaya yang ditimbulkan serta gelombang elektromagnetik padanya terbukti secara bermakna dapat mengacaukan produksi melatonin. Sebagai pembuktian, cobalah tidur dengan lampu belajar yang terang mengarah kepada kita atau didepan TV yang masih menyala. Kemudian bandingkan dengan tidur pada lampu biaya berdaya 5 watt atau bahkan tidur dengan lampu mematikan. Beda rasanya bukan? Hanya saja selama ini kita sering mengabaikan hal-hal kecil tersebut, padahal dampak nya akan sangat berpengaruh kepada kepada kondisi kesehatan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar